optionen handel.

Menjadi Guru Itu Menyenangkan.

Usman Bahtiar, A.Md

Menjadi guru bukanlah cita-cita saya, bahkan bekerja sebagai guru adalah salah satu dari daftar pekerjaan yang saya blacklist atau hindari. Namun kenyataan berkata lain, saya 'terjebak' di dunia pendidikan sekolah menengah yang pada awalnya hanya mengurus administrasi saja. Pada semester berikutnya saya diminta untuk mengajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sampai akhirnya saya meng-iyakan permintaan itu.

Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan saya lalui sebagai guru mata pelajaran tersebut. Pada awalnya saya berfikir bahwa menjadi guru itu pekerjaan yang akan menjenuhkan, namun pada kenyataannya menjadi guru itu "menyenangkan". Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh antusias para siswa mengikuti pelajaran yang saya berikan, saya merasa bahagia ketika mereka senang mengikuti apa yang diajarkan kepada mereka, bisa bercanda riang bersama mereka merupakan hal yang tidak ternilai harganya.

Pada semester berikutnya saya diminta untuk menjadi walikelas VIII A yang jumlah muridnya lebih dari 40 siswa. Sempat terpikir untuk menolak permintaan tersebut karena saya sempat berfikir bahwa menjadi walikelas untuk jumlah siswa sebanyak itu akan merepotkan, apalagi untuk saya sendiri sebagai orang baru didunia pendidikan.

Namun saya berpikir positif saja bahwa dengan menjadi walikelas akan menjadikan saya lebih bijak dalam 'mengurus' mereka dan banyak belajar dari permasalahan dikelas. Ternyata itu pun tidak seburuk yang saya  pikirkan, saya rasa mereka juga merasa enjoy ketika saya menjadi wali kelas mereka. Bahkan ada beberapa siswa dari kelas lain yang meminta saya menjadi walikelas mereka. Dan yang paling penting, saya mendapatkan banyak pelajaran yang mungkin tidak dapat diajarkan secara teori.

Segala puji hanya kepada Allah SWT yang telah mengarahkan dan menjadikan saya betah pada profesi ini. Beberapa teman yang kerja di perusahaan besar dengan salary 4 kali lebih besar dari pada salary saya ternyata mereka keluar masuk perusahaan dikarenakan tidak betah, sedangkan saya masih betah walaupun  salary tidak sebesar salary mereka tapi belum pernah pindah kerja dikarenakan saya menikmati profesi yang sekarang sedang digeluti. Itu patut disyukuri, karena salary besar itu tidak menjamin seseorang menjadi betah pada perusahaan tersebut.

Terima kasih kepada H. Dharsono Sumadjo, M.Pd selaku kepala sekolah SMP Al Ma'shum Mardiyah yang selalu membimbing untuk menjadi lebih baik.

Dan yang terpending dari semua ini adalah siswa-siswi yang saya cintai dan banggakan. Semoga kalian bisa menjadi kebanggan bagi guru, orang tua, islam dan bangsa Indonesia.

Demikian curhat singkat ini. semoga bisa memotivasi para guru untuk memberikan sesuatu yang berharga bagi siswa-siswinya.

Salam hangat,

 

Usman Bahtiar